Arikhah Raih Gelar Profesor Bidang Ilmu Tasawuf

Guru Besar Arikhah

Jakarta – Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang, Arikhah, dianugerahi gelar guru besar atau profesor bidang Ilmu Tasawuf Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Surat pengangkatannya diserahkan langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Ruang Rapat Dirjen Pendis Lt. 7 Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Pengukuhan guru besar ini didasarkan Penilaian Angka Kredit dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Keputusan Menteri Agama (KMA) yang ditandatangani Menteri Agama.

Melalui pesan singkat di WhatsApp Grup Alumni, Pengasuh Pesantren Besongo tersebut menghaturkan puji syukur atas segala karunia Allah dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan.

Alhamdulillah, maturnuwun mbak-mbak dan kang-kang.. pangestunipun. Ini adalah doa dan capaian panjenengan semua.”

Arikhah juga memberikan pesan kepada para santrinya untuk bersemangat mengejar impian namun tetap rendah hati (tawaduk) atas segala hal yang diberikan Allah SWT.

Saya rasa gelar profesor bukanlah sesuatu yang istimewa. Meski diraih dengan bersusah payah. Semua sama saja di hadapan Allah. Kalau panjenengan semua menempuh jalur seperti saya pasti juga bisa. Hanya sekarang lagi giliran saya saja. Setelah (pengangkatan) ini tidak perlu membedakan saya dengan panggilan yang berbeda. Tetap sama dan menjadi ibumu. Salam sehat dan bahagia”

Khidmah Perempuan Ulama

Di tengah kesibukannya sebagai pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo dan dosen di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang, Arikhah juga aktif di Jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), Ketua 3 Jam’iyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Mubalighah (JP3M) Pusat, dan Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Jawa Tengah.

Khidmah Arikhah di Pesantren Besongo membersamai suaminya, Prof. Imam Taufiq yang selalu membina dan membimbing ratusan santri yang berada di sekitar kampus UIN Walisongo Semarang. Tanggung jawab dan amanah yang diembannya, tidak menjadi rintangan yang berarti. Justru Arikhah semakin merasa bahagia, dengan berikhtiar di jalan khidmah (pengabdian) untuk umat dan para santri serta mahasiswanya. Ia merasa senang dapat mengamalkan ilmu yang pernah didapatkannya.

Selain aktif di berbagai organisasi, Umi Arikhah -sebutan para santrinya- juga aktif menulis di jurnal ilmiah, artikel popular tema-tema tentang keadilan gender Islam, fikih nisa (perempuan), dan keislaman popular di berbagai media, seperti Suara Merdeka, Jawa Pos, Mubadalah.id, JP3M dan lain-lain.

Pesan Menteri Agama di Pengukuhan Guru Besar

Dalam sambutannya, Menag Yaqut memberikan ucapan selamat kepada para guru besar atas capaian tertinggi di bidang akademik. Gusmen -sapaan akrabnya- meminta kepada para guru besar agar mampu memberi teladan kepada insan akademik.

“Karena tingkah laku, ucapan dan segala perbuatan bapak ibu sekalian akan menjadi benchmark buat yang lain,” jelas Gusmen.

Gusmen juga meminta para guru besar terus produktif dalam menulis karya ilmiah. Menurutnya, guru besar itu adalah produsen yang terus mencetak karya ilmiah, sehingga harus terus produktif dalam menulis.

Turut hadir dalam penyerahan guru besar ini, Wakil Menteri Agama RI Saiful Rahmat Dasuki, Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Muhammad Ali Ramdhani, Direktur PTKI, ProfesorAhmad Zainul Hamdi, Kepala Subdirektorat Ketenagaan Diktis Azis Hakim, serta 60 penerima Keputusan Menteri Agama Guru Besar.

Share this content:

1 comment

Post Comment